pamijahan Bogor
0857-7132-3834
mail@ibnusina.sch.id

Anak Santri Ibnu Sina Naik Haji

Website Resmi Pendidikan Islam Ibnu Sina Cibening

Anak santri Ibnu Sina melakukan kegiatan Manasik Haji Tamattu yang Diadakan ponpes Ibnusina.

IBNUSINA.SCH.ID, BOGOR – Idul Adha tahun ini santri Ibnu Sina tidak dipulangkan. Pasalnya, K.H Muhammad Iqbal Lc, sebagai pengasuh ponpes Ibnu Sina memutuskan untuk mengadakan kegiatan manasik haji untuk para santri.

 Kegiatan manasik diikuti oleh seluruh santri Ibnu Sina, yang dilaksanakan pada tanggal 8 sampai dengan 11 Agustus 2019. “Praktek manasik haji bertujuan agar para santri mampu memahami lebih jelas praktek ibadah haji sehingga kelak kalau mereka berkesempatan melakukan ibadah haji, tidak lagi merasa asing”, demikian dikatakan salah satu panitia.

Sebagaimana umumnya jamaah haji, para santri diwajibkan mengenakan pakaian ihram. Demikian pula, dalam prakteknya, hamper sama persis dengan pelaksanaan ibadah haji sungguhan, dari mulai thawaf, tahallul, jumroh, sampai dengan wukuf.

“Manasik haji mengikuti tata cara haji tamattu, yaitu mendahulukan umrah daripada haji”, demikian kata salah satu pembimbing.

Berikut kronologi Kegiatan:

Hari pertama

Kegiatan manasik haji ini dimulai dari miqat, Yalamlam. Dilanjutkan shalat sunah ihram, tawaf, shalat sunnah tawaf di depan Ka’bah, minum air zam zam, sa’i , dan diakhiri dengan tahalul

Semua kegiatan tersebut dilakukan di pagi s.d. sore hari. Malam harinya, para santri melakukan mabit di mina yang diisi dengan kegiatan dzikir bersama juga persiapan materi untuk esok harinya.

Hari kedua

Praktek memandikan jenazah yang dipimpin oleh Hj. Yayat Khoeriyah. Praktek berlangsung hingga zhuhur. Dilanjutkan shalat istisqa, yang dipimpin langsung oleh K.H. Muhammad Iqbal. Lc.

Sore harinya, manasik dilanjutkan dengan melempar jumrah. Lalu malam harinya, para jamaah melakukan mabit (menginap) di Muzdalifah.

Hari Ketiga

Bertepatan dengan hari raya idul adha, para santri melaksanakan shalat idul adha berjamaah, sebelum kemudian melakukan thawaf wada.

“Melalui kegiatan manasik yang berlangsung selama tiga hari ini, para santri bukan hanya mendapatkan pembelajaran manasik, tapi juga praktek-praktek ibadah lainnya”, demikian tegas salah seorang panitia.

Related Post